Example floating
Example floating
Breaking NewsPurwakarta

Kebakaran Hebat Landa Pasar Rebo Purwakarta: Ratusan Kios Ludes, Pedagang Menjerit Kerugian Besar

67
×

Kebakaran Hebat Landa Pasar Rebo Purwakarta: Ratusan Kios Ludes, Pedagang Menjerit Kerugian Besar

Sebarkan artikel ini
photo.dok:detik.com

Purwakarta, Jawa Barat — Kebakaran dahsyat melanda Pasar Rebo, salah satu pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta, pada Selasa (24/2/2026) dini hari, menyebabkan ratusan kios pedagang hangus dilalap api. Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam serta kerugian besar bagi puluhan pedagang yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas jual–beli di pasar tersebut.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, ketika sebagian besar warga dan pedagang masih bersiap menyambut waktu sahur. Api pertama kali terlihat dari salah satu kios di bagian belakang pasar sebelum dengan cepat menjalar ke blok-blok lainnya. Karena bangunan pasar yang padat dan banyaknya material mudah terbakar seperti kain, plastik, dan sembako, kobaran api semakin sulit dijinakkan.

Upaya Pemadaman dan Tantangan di Lokasi

Tim pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta bersama bantuan dari Korps Damkar Karawang dan beberapa perusahaan swasta segera dikerahkan. Sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran memadamkan api yang membesar tersebut. Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 05.00–06.00 WIB, setelah hampir 2,5 jam berjuang menjinakkan api.

Meskipun petugas telah berhasil mengendalikan kobaran utama, proses pendinginan masih berlangsung untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi yang dapat menyala kembali. Akses yang sempit di bagian belakang pasar juga disebut-sebut menjadi kendala signifikan, membuat sejumlah kendaraan pemadam kesulitan menjangkau titik-titik kebakaran secara maksimal.

Tidak Ada Korban Jiwa

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, memastikan kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, jumlah kerugian materiil masih dalam tahap pendataan oleh aparat kepolisian bersama pihak pengelola pasar.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum bisa dipastikan secara definitif. Tim identifikasi dari kepolisian tengah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan meghimpun fakta terkait sumber api. Pihak berwenang menyatakan penyelidikan masih berlanjut guna menemukan titik terang penyebab kebakaran ini.

Kerugian Pedagang Capai Ratusan Juta Rupiah

Salah satu pedagang terdampak, Acep (52), pedagang sembako yang kiosnya ikut dilalap api, tak kuasa menahan pilu saat menceritakan kejadian tersebut. Ia menyebut bahwa kedua kios dagangannya habis terbakar, serta barang dagangan yang baru ia tambah untuk persediaan Ramadan ikut lenyap. Ia memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp200 juta.

“Dua kios, semuanya habis. Kurang lebih dua ratus jutaan mah ada kerugiannya,” ujar Acep dengan suara bergetar.

Acep juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait utang dagang dan kewajiban lainnya, termasuk persiapan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk karyawan yang bekerja bersamanya. Ia merasa terjebak dalam dilema berat karena tidak hanya kehilangan modal, tetapi juga terikat berbagai kewajiban finansial yang harus dipenuhi.

Kondisi Pedagang dan Harapan Bantuan

Para pedagang lainnya juga merasakan dampak besar dari kejadian ini. Banyak yang telah merintis usaha selama bertahun-tahun harus menyaksikan usahanya luluh lantak. Beberapa bahkan sudah lupa dari mana harus memulai lagi setelah pasar yang mereka andalkan sebagai tempat mencari nafkah hancur dalam sekejap.

Para pedagang kini berharap pemerintah daerah, serta instansi terkait, bisa segera memberikan bantuan, baik berupa relokasi kios, modal usaha, maupun dukungan lainnya agar mereka dapat bangkit kembali dan melanjutkan usaha mereka. Permintaan relokasi menjadi penting agar pedagang bisa kembali berjualan sementara proses perbaikan pasar berlangsung.

Dampak terhadap Aktivitas Ekonomi dan Distribusi Pangan

Selain kerugian individual para pedagang, kebakaran Pasar Rebo ini juga berpotensi berdampak pada aktivitas perdagangan di wilayah Purwakarta, terutama menjelang bulan Ramadan. Pasar tradisional seperti Pasar Rebo biasanya merupakan sumber utama ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat setempat.

Namun, Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, memastikan bahwa distribusi kebutuhan pokok masyarakat tidak akan terganggu meskipun Pasar Rebo mengalami musibah kebakaran. Ia menjelaskan pemerintah telah menyiapkan alternatif dengan memanfaatkan pasar lain yang ada di Purwakarta, sehingga pasokan bahan pokok tetap terjaga.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di pasar-pasar tradisional yang memiliki instalasi listrik tua dan padatnya bangunan. Peningkatan kewaspadaan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Kebakaran Sebagai Pengingat Pentingnya Kesiapsiagaan

Peristiwa kebakaran di Pasar Rebo ini menjadi pengingat penting bahwa pasar tradisional, yang sering padat dengan kios dan barang dagangan, rentan terhadap risiko kebakaran jika tidak diikuti dengan pengelolaan keamanan yang baik.

Langkah preventif seperti pengecekan instalasi listrik secara berkala, ketersediaan alat pemadam ringan di tiap blok pasar, serta pelatihan kesiapsiagaan kebakaran bagi pedagang dan pengelola pasar, dinilai merupakan langkah awal yang perlu diperkuat oleh semua pihak.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Klik di sini untuk bergabung ke Saluran WhatsApp Kami Untuk Mendapatkan Berita Info Jawa Barat Setiap Hari Nya
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim Info Wargi