CIMAHI – Cuaca ekstrem berupa angin puting beliung menerjang wilayah Kota Cimahi pada Jumat (6/3/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ini mengakibatkan sejumlah pohon besar tumbang hingga menimpa bangunan warung, rumah warga, dan kendaraan yang melintas.
Detik-Detik Kejadian
Angin kencang dilaporkan datang secara tiba-tiba sesaat setelah hujan rintik turun di tengah cuaca yang masih terik. Kawasan yang terdampak cukup parah berada di sekitar kompleks Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, tepatnya di Jalan Demang Hardjakusumah dan Jalan Ciawitali.
Fajar, seorang penjaga warung susu murni di lokasi kejadian, menceritakan kengerian saat angin menyapu area tersebut. “Tiba-tiba pohon langsung pada tumbang. Saya langsung lari menyelamatkan diri pas batang pohon menimpa atap seng warung,” ujarnya. Selain warungnya, beberapa gerobak pedagang kaki lima dan satu unit mobil juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat tertimpa dahan pohon berdiameter besar.
Dampak Kerusakan Luas
Berdasarkan data sementara dari BPBD Kota Cimahi, dampak puting beliung ini tersebar di beberapa titik:
- Kelurahan Padasuka: Sebanyak 117 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari tingkat ringan hingga berat (tiga rumah rusak berat). Dua masjid dan satu kantor RW juga ikut terdampak.
- Kelurahan Cimahi: Sebanyak 12 rumah warga mengalami kerusakan ringan pada bagian atap.
- Fasilitas Umum: Arus lalu lintas di beberapa ruas jalan sempat lumpuh total karena batang pohon yang melintang di badan jalan.
Penanganan Petugas
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, meninjau langsung lokasi bencana untuk memastikan penanganan berjalan cepat. Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Lingkungan Hidup dikerahkan untuk melakukan pemotongan pohon menggunakan gergaji mesin.
“Kejadiannya sangat singkat, hanya beberapa menit, tapi dampaknya lumayan parah. Fokus utama kami saat ini adalah pembersihan material agar arus lalu lintas bisa kembali normal dan warga yang rumahnya rusak segera mendapat bantuan logistik,” tegas Adhitia.
Hingga saat ini, dilaporkan terdapat empat warga mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan, namun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.















