CIMAHI, Jawa Barat – Sejumlah pelajar dan warga di Kota Cimahi mengalami dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat bulan Ramadan, Rabu malam, 25 Februari 2026. Insiden ini membuat korban harus menjalani perawatan medis di beberapa rumah sakit setempat.
Kasus ini pertama kali dilaporkan ketika puluhan pelajar dari jenjang TK, SD, hingga SMP dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat setelah menunjukkan gejala seperti mual, pusing, dan sesak napas usai menyantap paket MBG yang dibagikan di sekolah masing-masing.
Berdasarkan data terbaru, jumlah korban yang terdata mencapai sekitar 36 orang, termasuk siswa dan beberapa guru. Mayoritas telah mendapatkan penanganan di RSUD Cibabat, RS Mitra Kasih, dan RS Dustira, dengan sebagian besar sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
Tidak hanya pelajar, beberapa orang tua dan balita yang menerima atau ikut mengonsumsi paket MBG melalui posyandu juga mengalami keluhan kesehatan, seperti mual, muntah, serta diare. Salah satu orang tua menyatakan bahwa anaknya mengalami gejala beberapa jam setelah makan meskipun tidak menghabiskan seluruh isi paket.
Menu yang diduga menjadi penyebab keracunan antara lain onigiri, telur rebus, buah, serta susu murni yang merupakan bagian dari paket MBG. Para korban kemudian dibawa ke rumah sakit oleh orang tua masing-masing untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan telah mendirikan posko penanganan di RSUD Cibabat untuk mengoordinasikan perawatan pasien dan mengantisipasi lonjakan kasus. Sampai saat ini, penyebab pasti keracunan masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.















