CIMAHI – Buntut dari dugaan insiden keracunan yang menimpa puluhan pelajar di Cimahi, operasional SPPG Karang Mekar 2 resmi dihentikan untuk sementara waktu. Langkah tegas ini diambil sebagai respons darurat dari pihak berwenang setelah para siswa mengalami gangguan kesehatan usai menyantap sajian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan laporan di lapangan, tercatat sebanyak 43 anak mulai merasakan gejala mual dan pusing saat mereka masih berada di lingkungan sekolah. Para korban kemudian langsung dilarikan ke tiga fasilitas kesehatan berbeda untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat, yaitu di RSUD Cibabat, Rumah Sakit Mitra Kasih, dan Rumah Sakit Dustira. Tim tenaga kesehatan terus memantau perkembangan kondisi seluruh pasien secara intensif guna memastikan mereka pulih sepenuhnya.
Sebagai upaya penyelamatan dan mitigasi lebih lanjut, otoritas terkait saat ini tengah melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel bahan makanan yang digunakan dalam program tersebut. Pemeriksaan klinis semacam ini merupakan prosedur wajib untuk mencari tahu sumber pasti penyebab keracunan sekaligus mencegah risiko kesehatan yang lebih luas di masyarakat.
Terkait kapan fasilitas SPPG Karang Mekar 2 dapat kembali beroperasi, pihak berwenang menegaskan bahwa keputusan tersebut baru akan diambil setelah hasil uji laboratorium resmi dirilis dan evaluasi standar operasional (SOP) penyediaan makanan rampung dilakukan secara menyeluruh.















