Oleh: Citizen Journalist Jabar
Siapa yang tak kenal ? Kota yang dikenal sebagai Paris van Java ini terus berbenah, termasuk dalam menghadirkan ruang publik yang nyaman dan ramah untuk warganya. Salah satu yang paling terasa adalah perubahan di kawasan .
Pada Minggu pagi lalu, saya menyempatkan diri berkunjung ke alun-alun bersama keluarga. Sejak pukul 06.00 WIB, suasana sudah ramai oleh warga dari berbagai penjuru kota. Ada yang berolahraga, piknik santai di atas rumput sintetis, hingga sekadar duduk menikmati suasana pagi dengan latar belakang yang megah.
Ruang Bertemu Semua Kalangan
Menariknya, alun-alun ini benar-benar menjadi ruang bertemu semua kalangan. Anak-anak berlarian dengan ceria, remaja sibuk berswafoto, sementara para orang tua duduk santai berbincang di tepi lapangan. Pedagang kaki lima pun tertata lebih rapi dibanding beberapa tahun lalu.
Bagi warga yang mungkin jarang datang ke pusat kota, perubahan ini patut diapresiasi. Pemerintah kota terlihat serius menjaga kebersihan dan kenyamanan. Petugas kebersihan sigap berkeliling, dan papan imbauan untuk menjaga fasilitas umum terpasang di berbagai sudut.
Tantangan yang Masih Ada
Meski begitu, masih ada beberapa catatan. Saat jam kunjungan membludak, area parkir kerap penuh dan lalu lintas di sekitar Jalan Asia Afrika tersendat. Beberapa pengunjung juga masih terlihat membuang sampah sembarangan.
Sebagai warga, tentu kita tak hanya menuntut fasilitas yang baik, tapi juga perlu menjaga bersama. Ruang publik yang nyaman adalah hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Harapan untuk Kota-Kota Lain di Jabar
Melihat perubahan di Bandung, muncul harapan agar kota-kota lain di Jawa Barat seperti , , dan juga terus menghadirkan ruang publik yang ramah keluarga.
Ruang terbuka hijau bukan hanya soal estetika kota, tapi juga tentang kualitas hidup warga. Tempat bertemu, berdiskusi, hingga sekadar melepas penat dari rutinitas.
Sebagai citizen journalist, saya percaya suara warga punya peran penting dalam pembangunan daerah. Mari terus berbagi cerita, kritik, dan apresiasi demi Jawa Barat yang lebih baik.

Rio Putra: citizen jurnalis jabar







